Late post. Yepp! Pengalaman yang terlambat dipostingkan.
Yaa.. walaupun belum termasuk pengalaman yang cukup lama untuk dibagikan hehehe
Oke! Back to Surabaya. Tepatnya tanggal 6 Februari 2013. Pertama kalinya
mendarat di Surabaya. Yihaaa..
Jam 15.00 waktu setempat (lebih tepatnya di jam tangan
sendiri ^^v). Baru landing dan masih di dalam pesawat langsung mendapat sensasi
teriknya matahari menyilaukan mata yang tanpa berpikir panjang lagi buat aku berpersepsi bahwa
keluar dari pesawat pasti panas. Dan yaaapp.. sebelas dua belas dengan panasnya
Medan (read : beda tipis). Serasa masih di Medan aja gitu haha. But, it doesn’t
matter. Udah terbiasa dengan udara panas tapi kali ini BEDA! Aku di Surabaya.
Saat itu.
Berhubung beda flight dengan sepupu, bibi dan nenek, aku yang
sudah duluan sampai di Bandara Juanda awalnya bingung tidak tentu arah. Wajar
kan yaaa.. first time sihh.. Dan aku putuskan untuk makan siang di ‘Airport
CafĂ©’ bersama koper dan segala barang bawaan -_- hahaha
Tidak sampai disitu aja sendirinya. Flight mereka ternyata delay.
DELAY!!! Rasanya badan ini gerah segerah gerahnya menemukan kata itu via BBM. Yang
seharusnya menunggu mereka sekitar 2 jam, alhasil jadi deh 3 jam. Udah mateng
kali ya kalau dimasak panas-panas gini -_- tapi untunglah ada penyelamat kebosanan.
You know what?? NOVEL! Aku sengaja beli dari Medan untuk dibaca di pesawat.
Tidak kepikiran sih bakal menunggu segitu lama tapi ya gitu deh.. Lagian kalau
aku tidak baca novel dan hanya mengelilingi Bandara segitu gede sendiri dengan
barang bawaan yang diseret-seret, ujungnya bakalan capek sekujur tubuh dan makin
tambahlah bosannya menunggu. Jadi lebih baik duduk manis baca novel sambil
sekali-kali merhatiin sekeliling dengan tampang tak berdaya *abaikan* hahaha
Sangkin seriusnya baca novel yang mungkin sudah lemas aku
baca terus (lebaiii..), hampir tak menyadari udah jam 5 sore aja. Di Surabaya sensasi
yang diberikan langit jam 5 sore itu adalah gelap, kayak jam 7 malam gitu di Medan. Persepsi aku
sih Bandara akan berkunjung sepi. Nyatanya tidak sama sekali. Justru makin rame. Satu-satu
orang datang ke bandara. Dan sama sekali tidak ada sepinya ini bandara ._.”
Kembali ke masa penungguan hahaha gak tau kenapa, satu jam
kedepan itu rasanya lamaaaaaaa banget! Padahal ngelaluin 2 jam tdi dengan baca
novel itu tidak terasa lamanya. Mungkin karena sudah mulai bosan kali ya.
Haaaa.. Menunggu~
Finally, sampai juga di jam 6 sore. Telfon yg ditunggu
datang. “Kami sudah sampai ya, Kin. Tunggu di pintu kedatangan.” Kata bibiku
tanpa basa-basi. Secepat kilat beresin barang-barang yang sedari tadi
dianggurin dan langsung menuju TKP (Tempat Kejadian Perjumpaan halaahh..). Ketika jumpa mereka itu rasanya…. sedikit lebih lega hehe bibiku
langsung memesan taksi dan tancap gas menuju Keputih Utara. Bukan ke-Putih
Utara ya, tapi Keputih Utara. Nama salah satu daerah di Surabaya. “Keputih Utara”.
Perlu diketahui, kami tidak menginap di hotel atau tempat penginapan lainnya. Tapi justru merasakan sensasi yang mendebarkan menjadi anak kost, untuk 4 hari ke depan. Awalnya aku berpersepsi kalau ini akan sedikit merepotkan. Ternyata engga tuh. Kita malah nyaman tinggal satu kamar berempat haha :D
Perlu diketahui, kami tidak menginap di hotel atau tempat penginapan lainnya. Tapi justru merasakan sensasi yang mendebarkan menjadi anak kost, untuk 4 hari ke depan. Awalnya aku berpersepsi kalau ini akan sedikit merepotkan. Ternyata engga tuh. Kita malah nyaman tinggal satu kamar berempat haha :D
Salah satu alasan kenapa aku memilih jalan-jalan ke Surabaya
yaitu buat melihat kampus sepupu aku, jadi yang pertama sekali aku kunjungi disini
itu ya ITS, Institute Teknologi Sepuluh November. Keren!! Itu kata pertama yang
muncul saat melihat kampusnya. Rapi dan bersih. Disana juga sempat bertemu
dengan beberapa teman sepupu aku itu. Sensasi mereka ke aku itu justru tersenyum
menyapa bukan merasa aneh atau apalah namanya. Aku jadi berpersepsi kalau mereka pasti
orang yang ramah. Dan terbukti dari cara mereka berbicara. Terlihat lebih kalem.
Selain melihat-lihat di ITS, kita juga jalan-jalan ke
Madura. Lewat jembatan Suramadu lohh.. Taukan? Jangan bilang engga -__-“ Suramadu
itu jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura, makanya diberi nama Jembatan
Suramadu. Model jembatannya beda dengan jembatan yang biasa kita lalui. Jembatan
panjang ini dibuat seperti jalan tol bebas hambatan. Jadi, mau tidak mau, kalau
lewat jembatan ini harus bayar tiket tol.
Setelah melewati jembatan panjang itu, sampailah di Madura
dengan senyum semangat. Soalnya nambah pengalaman baru hehe Madura itu terkenal
dengan batiknya. Sensasi yg diberikan batiknya yg bewarna cerah ceria itu
membuat siapapun yang melihat akan berpersepsi bahwa orang Madura itu orang
yang pemberani. Berani pake yang cerah-cerah hehehe
Tidak beda jauh dengan suasana di Surabaya, Madura itu juga
panas. Gimana engga? Madura dekat laut sih, jadi wajar saja udaranya panas .
Oiya, sempat nyuri foto di Suramadu nih. Sama Afgan lohh hahaha *kidding*
Tidak sampai disitu saja petualangannya. Kita juga sempat
jalan-jalan ke Pusat perbelanjaan di Surabaya. Ada Galaxy Mall, Pakuwon dan ITC
dekat pasar Atom. Galaxy Mall itu mirip SUN plazanya Medan, tapi ini lebih
besar dan rame. Sedangkan Pakuwon mirip Hermes kali ya. Bedanya tidak ada kolam
renangnya. Disana itu enaknya kalau mau nonton bioskop. Sedangkan ITC itu
tempat yang keren buat ngeborong batik segala model. Menyenangkan :D
Muter-muter di Surabaya itu tidak bakal ada habisnya. Ada
aja yang bisa dikunjungi. Jembatan Merah dan Lambang Kota Surabaya “Ikan Hiu
dan Buaya” misalnya. Menarik. Sayangnya, tidak sempat berfoto. Karena hari
sudah malam.
Ngebahas soal Malam, jadi teringat sesuatu. Makan malam.
Hahaha super sekali banyaknya. Satu porsi makan itu bisa untuk berdua, tentunya
dengan harga murah. Sensasi aroma makanan yang menggugah selerapun tidak memungkiri kita untuk berpersepsi kalau makanan itu lezat. “Pak Bas“ nama tempatnya. Suasananya sederhana dengan menu
yang sederhana juga. Tapi soal kelezatan dan banyaknya makanan, itu tidak sederhana haha
Sensasi menikmati makanan itu buat kita mau tambah lagi. Enaknya jempolan deh. Dan aku ngasih persepsi kalau makanan ini pasti terbuat dari bahan yang segar makanya bisa lezat. Apalagi kalau dalam keadaan laper berat. Pasti mau mau lagi!
^O^
Well, perjalanan yang super menyenangkan sekaligus ngasih
sensasi dan persepsi tersendiri. Sekali-sekali kalian coba ke Surabaya ya, blogy.
Dua kali juga aku mau. Masih banyak tempat yang belum sempat dikunjungi. Atau
kita sama-sama kesana? Hahaha maybe, oneday :p
Anyway, thank you for visiting my blog and reading this post,
blogy. Sampai jumpa di posting-an selanjutnya ya. See you ;D
NB : Pengantar Psikologi Umum “Sensasi dan Persepsi”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar